Penyakit Pada Ayam, Pencegahan dan Penanganannya

  • admin
  • Jun 06, 2023

Hello, Sobat Peternakan! artikel kita kali ini akan banyak membahas tentang penyakit, obatnya serta bagaimana agar kandang kita tidak terdapat penyakit atau mencegah penyakit ini masuk dan menyerang. Dimana penyakit yang paling sering di temukan di farm adalah penyakit yang dapat menyerang ayam broiler dengan tingkat kematian yang tinggi, rendah dan sedang tergantung penangannya, yang perlu kamu ketahui sebagai peternak atau penggemar ayam broiler agar tidak mengalami kerugian dan bisa segera mengatasi penyakit ini agar performance tetap terjaga.

Mengetahui penyakit-penyakit juga menambah pengatahuan dan lebih baik lagi jika bisa mencegah penyakit ini menyerang ayam. Ini akan membantu kamu mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan ayam broilermu.

1. Coccidiosis

Koksi atau berak darah pada ayam broiler tampak dari bentuk kotoran ayam yang berwarna merah darah. Coccidiosis adalah penyakit yang dimana penyakit ini disebabkan oleh parasit yang bernama protozoa yang dikenal sebagai coccidia.

Awal-awal penyakit ini dapat menyebabkan diare atau kotoran ayam tidak seperti biasa lebih banyak ke cairan, hal ini bentuk dari kehilangan nafsu makan, kemudian disusul dengan penurunan pertumbuhan atau berat badan tidak bertumbuh padahal makan tetap sehingga fcr menjadi lebih tinggi, hingga akhirnya menyebabkan kematian pada ayam broiler. Penularan Coccidiosis pada kandang tergolong cepat dan menyebar terlebih apabila tidak di tangani dengan baik di tambah faktor di dalam kandang yang padat dan lembab dan manajemennya buruk.

Adapun pencegahan yang dilakukan yang pertama kebersihan kandang, sanitasi dan desinfeksi juga memberikan obat koksi, pemberian pakan yang bersih pemilihan ayam yang sakit untuk dipisah.

Pertanyaan Umum Tentang “Penyakit Koksidiosis pada Ayam”

  1. Q: Apa itu penyakit koksidiosis  yang sering menyerang ayam?
    A: Koksidiosis adalah penyakit yang penyebabnya adalah parasit, parasit protozoa ini sendiri dari genus Eimeria pada ayam. Infeksi ini menyerang saluran pencernaan ayam hingga kotorannya keluar seperti darah dan dapat menyebabkan gejala seperti diare, penurunan nafsu makan, kelemahan, dan penurunan produksi telur.
  2. Q: Bagaimana ayam bisa terinfeksi koksidiosis? A: Ayam bisa terinfeksi koksidiosis melalui konsumsi oosista (telur parasit) yang ada di lingkungan, misalnya di tempat pemeliharaan yang terkontaminasi oleh tinja ayam yang terinfeksi. Oosista kemudian menetas di dalam usus ayam dan menyebabkan infeksi.
  3. Q: Apa gejala umum koksidiosis pada ayam? A: Gejala umum koksidiosis pada ayam meliputi diare yang sering berdarah, penurunan berat badan, kelemahan, penurunan produksi telur, dan penurunan nafsu makan. Ayam yang terinfeksi juga dapat menunjukkan tanda-tanda seperti bulu kusam dan dehidrasi.
  4. Q: Bagaimana mendiagnosis koksidiosis pada ayam? A: Mendiagnosis koksidiosis pada ayam biasanya dilakukan melalui pemeriksaan tinja untuk mendeteksi keberadaan oosista. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan untuk mengidentifikasi parasit atau dapat dilakukan tes laboratorium yang lebih canggih.
  5. Q: Bagaimana cara mencegah koksidiosis pada ayam? A: Beberapa cara pencegahan koksidiosis pada ayam meliputi:
    • Menjaga sanitasi, desinfeksi, kebersihan kandang di dalam farm.
    • Tidak memlihara ayam yang berlebihan alias tidak sesuai dengan standart istilahnya overpopulasi.
    • Memberikan pakan sesuai kebutuhan dan berkualitas baik.
    • Melakukan program vaksinasi yang direkomendasikan oleh dokter hewan.
    • Mengelola sanitasi lingkungan dengan baik.
  6. Q: Pengobatan yang tepat untuk koksidiosis pada ayam? A: Terdapat beberapa obat yang dapat digunakan untuk menyembukan penyakit koksidiosis pada ayam, digunakan obat seperti antikoksidial yang diresepkan oleh dokter hewan. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter hewan yang kompeten untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang tepat.
  7. Q: Langkah yang di ambil jika terinfeksi koksidiosis? A: Jika ayam terinfeksi koksidiosis, segera konsultasikan dengan dokter hewan atau pengawa lapangan jika sistem kemitraan untuk mendapatkan diagnosis yang cepat serta akurat dan akan langsung diberikan pengobatan yang tepat. Selain itu, penting untuk memisahkan ayam yang terinfeksi dari ayam yang sehat dan melaksanakan langkah-langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran infeksi ke ayam lainnya.

Harap dicatat bahwa koksidiosis adalah penyakit yang serius pada ayam, dan penanganan yang tepat serta pencegahan yang baik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas ayam.

2. Newcastle Disease

nd pada ayam

Newcastle disease atau ND adalah penyakit viral yang sangat menular pada ayam. Gejalanya meliputi sesak napas, diare, kerontokan bulu, dan kelemahan umum. ND dapat menyebabkan kematian dalam jumlah besar jika tidak ditangani dengan cepat. Vaksinasi rutin dan pemantauan kesehatan yang ketat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

3. Avian Influenza

Avian influenza atau flu burung adalah penyakit viral yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan akut pada ayam. Gejala umum meliputi demam, kelemahan, sesak napas, dan penurunan produksi telur. Infeksi avian influenza dapat sangat mematikan dan juga berpotensi menular ke manusia. Pencegahan dilakukan melalui vaksinasi, pengawasan ketat terhadap ayam yang sakit, dan pengendalian sanitasi yang baik.

4. Gumboro Disease

Penyakit ini disebebkan oleh virus. Dimana Gumboro disease, juga dikenal sebagai infectious bursal disease (IBD) penyakit ini sangat di wasapai oleh peternak, adalah penyakit viral yang menyerang sistem kekebalan ayam dimana efeknya adalah kematian. Gejalanya meliputi diare, kelemahan, penurunan pertumbuhan, dan kerusakan pada organ bursa Fabricius hingga berujung kematian.

Vaksinasi dini dan pemantauan yang ketat terhadap kualitas pakan, pertumbuhan ayam serta yang paling penting adalah menjaga kebersihan kandang dan sanitasi kandang dapat membantu mencegah penyebaran penyakit ini.

5. Marek’s Disease

Marek’s disease adalah penyakit virus yang menyerang sistem saraf dan organ internal ayam. Gejalanya meliputi kelumpuhan, kelemahan, penurunan berat badan, dan tumor pada organ. Marek’s disease dapat menyebabkan kematian dalam jumlah besar pada ayam broiler. Vaksinasi rutin dan pemantauan yang cermat diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Tabel Penyakit pada ayam, Lama Proses Inkubasi, dan Tingkat Kematian

Berikut adalah tabel yang menunjukkan beberapa penyakit pada ayam, lama proses inkubasi, dan tingkat kematian yang umum terkait dengan penyakit tersebut:

Penyakit Lama Proses Inkubasi Tingkat Kematian
Newcastle Disease 2-15 hari Tinggi
Avian Influenza (Flu Burung) 1-3 hari Bervariasi
Marek’s Disease 3-25 minggu Tinggi
Infectious Bronchitis 1-5 hari Rendah
Infectious Bursal Disease 2-3 hari Tinggi
Coccidiosis 4-7 hari Rendah
Fowl Cholera 1-3 hari Tinggi
Infectious Coryza 1-3 hari Rendah
E. coli Infection 1-5 hari Rendah
Salmonella Infection 1-3 minggu Bervariasi
Mycoplasma gallisepticum 3-10 hari Rendah
Gumboro Disease (Infectious Bursa) 2-3 hari Tinggi
Fowl Pox 4-7 hari Rendah
Egg Drop Syndrome 1-3 minggu Rendah
Pasteurellosis (fowl pasteurellosis) 1-3 hari Tinggi

Harap diingat bahwa lama proses inkubasi dan tingkat kematian dapat bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan, kebersihan kandang, perawatan kesehatan yang diberikan, dan kekebalan ayam yang terpengaruh oleh vaksinasi. Jika terdapat kecurigaan terhadap penyakit pada ayam, sebaiknya konsultasikan dengan dokter hewan atau ahli peternakan untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Nama Obat, Nama Penyakit dan Dosis Yang Di Gunakan

Berikut adalah contoh tabel yang menunjukkan beberapa nama obat, penyakit pada ayam, dan dosis yang umum digunakan:

Nama Obat Penyakit Dosis
Antibiotik Infeksi bakteri Sesuai petunjuk dokter hewan
Anticoccidial Coccidiosis Sesuai petunjuk pada kemasan obat
Antihelmintik Cacingan Sesuai petunjuk pada kemasan obat
Anti-inflammatory Radang Sesuai petunjuk dokter hewan
Antiviral Infeksi virus Sesuai petunjuk dokter hewan
Probiotik Gangguan pencernaan Sesuai petunjuk pada kemasan obat
Vitamin dan Suplemen Defisiensi gizi Sesuai petunjuk pada kemasan obat
Ektoparasitik Kutu, tungau, dan parasit Sesuai petunjuk pada kemasan obat
Anthelmintic (Cacing Pita) Cacing pita Sesuai petunjuk pada kemasan obat
Vaccines Penyakit menular Sesuai petunjuk pada kemasan atau vaksinasi rutin

Harap diingat bahwa penggunaan obat-obatan pada ayam harus dilakukan sesuai dengan petunjuk yang ada pada kemasan atau anjuran dokter hewan. Dosis dan penggunaan obat dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti jenis penyakit, ukuran ayam, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan atau ahli peternakan sebelum menggunakan obat apa pun pada ayam Anda.

Itulah beberapa penyakit yang sering menyerang ayam dan umur terdapat pada farm di peternak meskipun masih banyak lagi lainnya yang dapat menyerang ayam broiler yang tidak disebutkan di atas. Sebagai peternak atau penggemar ayam broiler, penting untuk memahami gejala, pencegahan, dan pengobatan penyakit-penyakit ini. Selalu konsultasikan dengan dokter hewan atau peternak berpengalaman jika ayammu mengalami gejala yang mencurigakan. Dengan menjaga kesehatan ayam broilermu, kamu akan mendapatkan hasil yang optimal dalam beternak ayam broiler. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya!

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *